Islam merupakan agama yang dianut oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Islam merupakan agama yang mengajarkan kedamaian dan keadilan untuk bekal menjalani kehidupan yang tentram di muka bumi.

Dalam ajarannya, Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan dalam kehidupan.

Namun, beberapa ada yang menganggap bahwa Islam adalah agama yang mengarah pada radikalisme dan terorisme. Pernyataan tersebut pada kenyataannya adalah SALAH!!

Islam secara fitrah adalah agama yang mengajarkan keadilan dan kedamaian. Mengenai anggapan tersebut, tentunya disebabkan oleh beberapa oknum dari orang beragama Islam yang salah dalam mengartikan ayat-ayat Allah sehingga mereka melakukan tindakan yang ekstrim seperti teror dan lainnya.

Selain itu, ada beberapa oknum tertentu yang ingin menghancurkan agama Islam sehingga citra Islam hancur di mata manusia. Pada dasarnya, Islam adalah agama yang damai dan anti kekerasan.

Berkaitan dengan Islam sebagai agama yang mengajarkan kedamaian, tentunya kita kembali lagi pada kitab suci Al-Qur’an yang merupakan petunjuk dan pedoman umat islam dalam menjalani kehidupan. Al-Qur’an telah menunjukkan dan menjelaskan bahwa Islam merupakan agama yang mengajarkan kedamaian, bukan kekerasan. Sebagai buktinya, berikut akan dikutip dari ayat Al-Qur’an mengenai bukti bahwa Islam merupakan agama yang mengajarkan kedamaian:

  1. Condong atau Mendukung Pada Kedamaian

Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Anfal: 61).

Berdasarkan ayat tersebut, dapat dipahami bahwa Islam merupakan agama yang condong atau berpihak pada kedamaian, bukan pada hal kekerasan yang dapat memecah belah persatuan.

 

  1. Larangan Membunuh

Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. (QS. Al-Maidah: 32).

Berdasarkan ayat tersebut, kita dapat memahami bahwa Allah tidak pernah mengajarkan untuk membunuh manusia. Apalagi membunuh orang-orang beda agama sebagai bentuk perang terhadapnya atas nama agama Allah (walaupun sebenarnya mereka tidak pernah mengusik kita), tentunya hal ini merupakan kesalahan yang sangat sangat besar.

Walaupun ada pengecualian, yakni terhadap orang yang membunuh, namun sesuai hukumnya yakni mereka harus mendapatkan balasan yang setimpal yakni dibunuh juga. Meskipun begitu, tetap saja Islam sangat berhati-hati dan tidak sembarangan dalam melaksanakan aturannya.

 

  1. Menyampaikan Dakwah Bilhikmah

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl: 125).

Berdasarkan ayat di atas, dapat dipahami bahwa Islam mengajarkan dakwah dengan hikmah. Islam mengajarkan dalam memberikan kesadaran dan menyebarkan agama Islam pada manusia hendaknya menggunakan hikmah atau pelajaran yang baik. Hal ini tentunya dilaksanakan dengan bahasa yang baik dan dapat menyadarkan manusia, bukan dengan paksaan dan kekerasan.

Demikian juga apabila ada perdebatan dalam hal agama, maka hendaknya dibantah dengan cara yang baik juga. Bantah-bantahan tentu harus dilakukan untuk dapat menunjukkan kebenaran agama Islam agar Islam tidak tertindas.

 

  1. Menyerahkan Kepercayaan atau Keyakinan Agama Kepada Masing-Masing

Katakanlah: Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penytembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah . Untukmu agamamu, dan untukkulah agamaku.” (QS. Al-Kafirun: 1-6).

Berdasarkan ayat tersebut, dapat kita pahami bahwa Islam tidak pernah mengajarkan untuk memaksakan suatu keyakinan terhadap seseorang. Namun, hal ini bukan berarti Islam membenarkan seluruh agama. Dalam hal ini, Islam menyerahkan seluruh kepercayaan atau keyakinan agama kepada masing masing individu karena mereka nantilah yang akan mempertanggung jawabkan pilihannya itu di hadapan Allah.

 

Islam pada dasarnya adalah agama yang adil, damai, dan membawa ketentraman. Oleh karena itu, tugas kita sebagai makhluk ciptaan Allah di bumi yakni beriman dan bertakwa kepadanya serta menyebarkan perdamaian di muka bumi dengan cara yang damai tentunya. Selain itu juga, dalam memaham Al-Qur’an hendaknya memilih guru atau ustadz yang tepat sehingga tidak ada kekeliruan dalam memahami makna dari Al-Quran. Contohnya seperti surah Al-Baqarah ayat 191 yang agak disalah artikan, dimana isinya menyuruh untuk membunuh orang kafir. Padahal jika dipahami secara keseluruhan, maksud ayat itu yakni diperuntukkan untuk mereka (orang kafir itu) yang memerangi agama Islam dan membunuh orang-orang Islam, bukan mereka yang tidak bersalah pada agama kita untuk diperangi. Jadi, disini juga tentunya penting untuk memahami secara keseluruhan makna ayat Al-Qur’an sesuai dengan ajaran Rasulullah dan para ulama, jangan memaham sepotong-sepotong.

Advertisements