Islam berkembang pesat di Rusia yang merupakan peluang bagi Indonesia untuk menjalin kerja sama, kata Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi.

Salah satu bukti berkembang pesatnya Islam di Rusia itu adalah dengan peresmian masjid “Nurullah” di Solnechnogorsk, salah satu kota satelit, wilayah Moskow Region, Rusia, sekitar 75 km dari pusat Kota Moskow.

“Dalam peresmian masjid itu, kemarin, saya diberikan kesempatan untuk memberikan sambutan,” kata Wahid di Moskow, Senin.

Dubes Wahid mengaku telah mengunjungi 20 provinsi atau wilayah bagian selama lebih dari dua tahun bertugas di Rusia dan selalu menyempatkan diri mengunjungi masjid setempat.

Ia menambahkan bahwa Indonesia dan Rusia memiliki kesamaan sebagai negara multietnis, multibudaya dan multiagama, dan kedua negara sama-sama mempromosikan nilai-nilai toleransi. Di Rusia terdapat sekitar 180 suku bangsa dan di Indonesia sekitar 700-an.

Lebih lanjut Wahid menyampaikan rencana penyelenggaraan bisnis forum para pengusaha Muslim Indonesia-Rusia pada Mei tahun depan dalam rangka Kazan Summit di Kazan, Republik Tatarstan. KBRI Moskow akan bekerja sama dengan International Association of International Association of Islamic Business (IAIB), Rusia untuk meralisasikan rencana tersebut.

Selain itu, Dubes Wahid mengundang para pengusaha Muslim Rusia untuk menghadiri Forum Bisnis Rusia-Indonesia tanggal 2 Agustus 2018 di Moskow dan Trade Expo Indonesia di BSD City, Indonesia tanggal 24-28 Oktober 2018. Dubes Wahid juga mengundang masyarakat Muslim untuk menghadiri Festival Indonesia ketiga di Taman Krasnaya Presnya, Moskow tanggal 3-5 Agustus 2018.

Rusia merupakan negara berpenduduk Muslim terbesar di Eropa yang jumlahnya sekitar 25 juta orang. Oleh karena itu terdapat potensi kerja sama, termasuk di bidang ekonomi, perdagangan dan pariwisata berbasis Islam. Indonesia dan Rusia telah menjalin kerja sama di bidang pendidikan Islam.

Sejumlah mahasiswa Muslim Rusia telah belajar di perguruan tinggi Islam di Indonesia, melalui beasiswa dari Kementerian Agama RI. Di antara mahasiswa yang lulus tersebut terdapat yang menjadi imam, pengajar di perguruan tinggi Islam atau bekerja di lembaga majelis Muslim di Rusia.

Beberapa di antaranya seperti Miratullo, lulusan Universitas Islam Negeri Malang yang memiliki usaha restoran Indonesia di Kazan, Republik Tatartsan. Artur Gubaydullin, lulusan Universitas Islam Negeri Jakarta yang saat ini bekerja di Dewan Mufti Rusia.

Pembangunan masjid “Nurullah” di kota satelit Solnechnogorsk tersebut merupakan masjid ke delapan di Moskow Region. Sementara itu, di seluruh Rusia terdapat sekitar 8.500 masjid. Di Moskow Region tinggal lebih dari 110 ribu umat Muslim. Shalat Idul Fitri beberapa waktu lalu dilakukan di 39 tempat di Moskow Region, termasuk di masjid Nurullah, Solnechnogorsk.

Masjid Nurullah memiliki luas sekitar 400 meter persegi dan dapat menampung 450 jamaah. Pada saat perayaan hari besar keagamaan, seperti Idul Fitri dan juga shalat Jumat, masjid Nurullah dihadiri ribuan jamaah.

Masjid berdiri kokoh dan indah tidak jauh dari jalan protokol yang melintasi jalur Moskow-St. Petersburg. Di samping bangunan utama masjid ini terdapat bangunan terpisah yang tidak begitu besar yang digunakan tempat shalat wanita dan madrasah.

Peresmian masjid yang bersamaan dengan perayaan Idul Fitri 1439 H merupakan waktu yang sudah lama ditunggu-tunggu masyarakat muslim setempat. Pembangunan masjid membutuhkan waktu sekitar 18 tahun, sejak peletakan batu pertama tahun 2000 lalu oleh Ketua Dewan Mufti Rusia.

Advertisements